Berita Nasional: Peresmian Skybridge Tanah Abang Diundur

Berita Nasional: Peresmian Skybridge Tanah Abang Diundur

October 30, 2018 0 By admin

Sky Bridge merupakan proyek dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang masih dalam tahap pembangunan sampai saat ini menjadi berita nasional terkini. Proyek melalui PD Sarana Jaya ini sudah dimulai sejak tanggal 3 Agustus 2018 untuk kawasan Tanah Abang dan masih dalam proses pengerjaan hingga saat ini. Sebenarnya, pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu 2,5 bulan.

Skybridge telah dibangun dengan panjang 386,4 meter dan lebar 12,6 meter. Lokasi ini nantinya mampu menampung hingga 446 pedagang. Skybridge tersebut akan menghubungkan blok F dan stasiun sampai halte Trans Jakarta. Proyek pembangunan Skybridge ini memerlukan biaya sekitar Rp 35 milyar. Selama proses pembangunan, para pedagang di Jalan Jatibaru tetap berjualan. Jadi proses pembangunan dilakukan di malam hari sampai pagi hari

Berdasarkan berita nasional hari ini, peresmian Skybridge Tanah Abang diundur menjadi tanggal 30 Oktober 2018. Padahal, Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menargetkan jembatan multiguna yang menjadi penghubung Blok G Tanah Abang dan Stasiun Tanah Abang dapat selesai dan mulai digunakan tanggal 15 Oktober 2018.Pada hari Senin, 15 Oktober, Pemprov DKI sudah melakukan soft launching Skybridge dengan menempatkan terlebih dulu 100 pedagang kaki lima untuk mulai berjualan di Skybridge. Target peresmian Skybridge Tanah Abang yang mundur ini disebabkan karena proyek pembangunan jembatan multiguna ini sempat terhenti selama 3 hari

Terhentinya proyek tersebut berdasarkan berita nasional hari ini adalah karena para PKL membuka lapak di sekitar lokasi proyek. PKL bahkan menduduki alat berat yang digunakan. Para PKL yang menduduki alat berat tersebut protes karena tidak mendapatkan lokasi relokasi berjualan. Memang Pemprov DKI Jakarta sebelumnya meminta PKL Jatibaru untuk tidak berjualan dulu sampai jembatan multiguna tersebut selesai dibangun.

Pemprov DKI sebenarnya juga sudah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pengerjaan skybridge. Pihak Pemprov selain meminta PKL untuk tidak berjualan juga mengubah rute bus Transjakarta explorer dan mengubah pola pengerjaan. Jika pengerjaan sebelumnya dimulai dari zona A secara urut sampai zona D, proses pengerjaan diprioritaskan dari zona A ke B dan secara bersamaan juga mengerjakan zona D ke C.

Terdapat 4 zona yang dikerjakan dalam proyek ini yaitu zona A, B, C, dan zona D. Walaupun hanya tersedia 100 lapak saat soft launching, terdapat 372 pedagang yang terdaftar dan mengikuti undian demi memperoleh lapak di skybridge. Untuk pedagang lainnya baru boleh berjualan mulai 30 Oktober 2018. Setiap pedagang akan dikenakan retribusi sebesar Rp 500 ribu per bulan dan pembayaran mulai tanggal 1 Januari 2019.

Dari berita nasional hari ini setiap pedagang nantinya akan mendapatkan lapak berukuran 1,5 m x 2 m. Lapak tersebut tersedia dalam bentuk sekat sederhana. Biaya sewa yang dikenakan kepada pedagang tersebut  akan digunakan untuk fasilitas kebersihan, penerangan, hingga kebersihan. Bahkan di sana juga akan disediakan CCTV.